Cerita Saksi Diperintah Prasetijo Buat Surat Atas Nama Istri Djoko Tjandra

Camar4D | Togel Online | Slot Online - Kali ini kita Membahas Cerita Saksi Diperintah Prasetijo Buat Surat Atas Nama Istri Djoko Tjandra, mari kita simak.

Cerita Saksi Diperintah Prasetijo Buat Surat Atas Nama Istri Djoko Tjandra
Cerita Saksi Diperintah Prasetijo Buat Surat Atas Nama Istri Djoko Tjandra


Ceritacamar4D - Jaksa menghadirkan Brigadir Junjungan Fortez anggota Subbag Kejahatan Umum Hubinter Polri di sidang lanjutan Brigjen Prasetijo Utomo. Di sidang, Fortes mengaku pernah diperintahkan membuat surat atas nama Istri Djoko Tjandra Anna Boentaran.

Fortez menceritakan awalnya dia diperintahkan Brigjen Prasetijo pada 8-9 April 2020 membuat surat berkaitan dengan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Dia waktu itu mengaku dipanggil ke ruangan Prasetijo kemudian diperintah.

"Beliau sampaikan secara langsung 'Fortez buatkan surat dari orang sipil untuk Kadivhubinter Polri'," kata Fortez saat bersaksi di sidang PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (16/11/2020).


BACA JUGA : 46 Orang Nakes Terpapar COVID-19, RSUD Bima Tutup Pelayanan


"Ketika diperintahkan beliau, saya kembali ke ruang kerja saya di bagian Jatinter Ses NCB Interpolhubinter. Langsung setelah kembali saya melapor pada Kabag saya, Pak Tommy Dwi Hariyanto," tambahnya.

Fortez menjelaskan dia diperintahkan mengetik surat. Paragraf pertama berisi ucapan terima kasih dari Anna Boentaran ke Kadivhubinter Polri yang dijabat oleh Irjen Napoleon Boneparte kala itu dan paragraf kedua berisi salinan PK Djoko Tjandra.

"Surat terdiri dari 2 lembar. Paragraf pertama ucapan terima kasih dari Ibu Anna Boentaran kepada Kadiv Hubinter karena mau membaca suratnya. Paragraf kedua setelah beliau perintahkan saya membuat surat, Pak Brigjen Prasetijo kirim salinan putusan PK dan salinan putusan MK," ungkapnya.

Fortez mengatakan salinan PK itu tertulis atas nama Joko Soegiarto Tjandra. Kemudian surat itu ditujukan ke Irjen Napoleon.


BACA JUGA : Sampah Berserakan di Sejumlah Titik Usai Maulid Bersama Habib Rizieq


Ketua majelis hakim Muhammad Damis lantas mencecar alasan Fortez menuruti perintah Prasetijo meskipun membuat surat bukanlah tugasnya. Fortez mengaku tak bisa berkutik dan menjalani perintah karena Prasetijo 'Jenderal' bintang satu.

"Karena diperintahkan Brigjen Prasetijo. ketika izin ke Kabag, 'laksanakan saja itu perintah jenderal', makanya saya buat," kata Fortez sambil menirukan respons atasannya.

Singkat cerita setelah surat atas nama Anna Boentaran dikirim ke Irjen Napoleon. Kemudian Napoleon juga memerintahkan anak buahnya bernama Putra Adityo.

Putra yang juga bersaksi mengaku diperintahkan membuat surat jawaban atas nama Napoleon ke Anna Boentaran itu. Surat itu diterima oleh bagian Sekretariat NCB Interpol.

"Surat kami terima dari Pak Kadiv Irjen Napoleon, kami dapat perintah untuk menjawab surat jawaban," ucapnya.


BACA JUGA : 8 Ribu Pasukan TNI-Polri Disiapkan Untuk Pilkada 11 Kabupaten di Papua


Isi surat jawaban itu, kata Putra, isinya pemberitahuan nama Djoko Tjandra tidak terdata di sistem Divhubinter Polri.

"Kami menjawab surat itu, isinya memberitahukan pada Anna Boentara bahwa nama Djoko Tjandra tidak terdata lagi dalam sistem," jelasnya.

Surat itu lantas dikirim oleh Putra dan anggota lain bernama Sangkot Setiawan Lubis. Dia diperintahkan Kabag Jabinter, Tommy Aria untuk mengirimkan surat ke rumah Anna Boentaran. Namun, karena Anna tidak ada di rumah surat itu dikembalikan ke Sekretaris NCB Interpol.

"Di sana kami tidak bertemu yang bersangkutan, dan ditemui satpam. Namun Brigadir Aditya menghubungi Kabag Jabinter dan diperintahkan kembali ke kantor. Surat itu akhirnya discan dan dikirim ke Kabag Jabinter lalu diderahkan ke Ses NCB Interpol," jelas Sangkot yang juga bersaksi.


BACA JUGA LAINNYA : 

Posting Komentar

0 Komentar